Apabila
kamu bertemu dengan sesorang yang bijak, patut bila kamu ajak bicara, dan kamu tidak
bicara dengannya maka kamu kehilangan sebuah kesempatan. Sebaliknya, apabila kamu
bertemu dengan orang yang tidak patut diajak bicara, dan kamu bicara dengannya maka kamu menyia-nyiakan ucapanmu.
Kebahagiaan adalah bebas dari keterikatan mengenai doktrin (pandangan yang kaku). Kebahagiaan adalah mampu
mengalahkan nafsu indera. Kebahagiaan adalah selalu merasa puas di hati dan rendah diri. Akan
tetapi, menghilangkan kesombongan/ke-egois-an (seperti: aku, diriku, punyaku) itulah kebahagiaan
yang benar-benar tertinggi.
Siapapun yang baik pada pagi hari, siang hari ataupun malam hari melaksanakan perbuatan dengan benar, ucapan benar, pikirin benar, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan, baik
pada pagi hari, siang hari, ataupun malam hari.
Hal itu adalah
tidak mungkin dicapai bagi seseorang yang tidak dapat mengendalikan diri, yang tidak
dapat berdisiplin, dan yang tidak dapat meredam diri. Namun, hal itu bisa mungkin sekali bagi seseorang
yang dapat mengendalikan diri, yang dapat berdisplin dan dapat meredam diri, sehingga dapat
membuat orang lain seperti itu juga.
Apa
penyebab utama seseorang melakukan perbuatan buruk? Yaitu, keserakahan, kebencian,
kegelakapan batin, tidak bersimpati, pikiran yang diarahkan secara salah.
Apa
penyebab utama seseorang melakukan perbuatan baik? Tentu saja, kemurahan hati, cinta kasih,
kebijaksanaan, simpati, pikiran yang diarahkan secara benar.
Seseorang
semestinya tidak hanya menghormati agamanya sendiri dengan menghina agama
orang lain, melainkan dengan menghormati agama orang lain pula. Dengan
demikian, dia menjadikan agamanya sendiri berkembang, sekaligus membantu agama
lain untuk berkembang. Apabila dia berbuat sebaliknya, dengan menghina agama
orang lain, maka dia akan merusak agamanya sendiri. Sebaliknya pula, apabila
dia berpikir saya harus mengagungkan agama saya sendiri, ia malahan akan
merusak agamanya sendiri. Oleh sebab itu, "keharmonisan lah yang
terbaik" mari kita semua mau mendengarkan dan bersedia mendengarkan
ajaran agama lain.
Saya katakana padamu bahwa Tanamkanlah Kebaikan dalam dirimu! Jika menamam kebaikan membawa kerugian, maka saya
tidak akan menyuruhmu untuk melakukannya. Tetapi, bila menanam kebaikan
membawa manfaat yang besar bagi dirimu dan juga membuahkan
kebahagiaan, saya akan mendukung kamu untuk, Tanamkan Kebaikan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar