Aku hidup di dunia ini
bagaikan bermain puzzle yang berantakan dan harus menyatukan
setiap potongan yang ada, sehingga menjadi gambar yang utuh supaya dapat
memahami makna gambar yang terdapat pada puzzle tersebut.
Semenjak aku menyadari diriku hidup di dunia ini, aku mengtahui banyak misteri
disekitarku. Tidak gampang untuk menyelesaikan misteri yang ada. Tetapi aku
ingin mencoba mengatasi misteri yang aku miliki dengan usahaku sendiri, walau
tidak akan terpecahkan.
Misteri itu selalu ada di
dalam diriku. Misteri yang aku alami saat ini ialah tentang cinta. Cinta
bagaikan fatamorgana, bila kau kejar dia akan menghilang dan jika kau menjauh
dia akan menunjukan dirinya. Sangat susah untuk mengartikan secara harfiah
makna cinta itu. Tetapi, menurut temanku, dia berpendapat bahwa cinta adalah
suatu term yang multitafsir atau, aku lebih suka menyebutnya, multidimensional.
Misalnya, seperti cinta orang tua kepada anaknya yang selalu memberi tanpa
mengharapkan imbalan dari anaknya. Atau, cinta yang seperti sahabat, berbuat
sesuatu untuk menolong sesama temannya tanpa memikirkan keuntungan bagi dirinya
sendiri (egoisme). Sehingga, kamu pun dapat mengartikan sendiri apa cinta itu
sebenarnya, menurut pengalaman dan pemahamanmu sendiri.
Pengalaman itu hanya bisa
didapat bila dirimu memasuki dunia keseharian, dimana di sana banyak terdapat
sesuatu hal yang kita tidak ketahui. Sebab, cinta tidak bisa hanya dibayangkan
saja, tetapi harus dipraktekan. Jelas cinta itu bukan suatu teori maupun
hukum-hukum sains yang kaku, namun suatu makna kehidupan—yang harus dihidupi.
Fenomena cinta ditemukan hanya di dalam dunia keseharian tersebut. Tetapi,
tidak cukup untuk ditemukan saja, fenomena cinta itu harus disibak dengan
pemahaman yang jernih, dengan menghilangkan prasangka-prasangka yang ada
sebelumnya mengenai cinta. Sehingga, kita dapat melihat berbagai kemungkinan
yang hadir untuk memaknai fenomena cinta tersebut. Jadi, kamu bisa melihat
cinta itu seperti yang kamu alami sendiri, menurut kamu maknanya yang paling sesuai,
di sini peran interpretasi bermain.
Sebenarnya, aku tidak
sepenuhnya setuju dengan cinta diartikan sebagai suatu term yang
multidimensional. Karena, jika begitu, cinta hanya dijadikan alat bagi
seseorang, entah untuk apa, yang pasti hal ini bisa berbahaya. Bisa saja kamu
memaknai cinta seperti perilaku memberikan seluruh waktunya untuk memperhatikan
pasangannya. Jika kamu percaya orang yang mencintamu harus beranalogi dengan
hal itu, maka pasanganmu harus memberikan waktunya untuk memperhatikanmu. Hal yang
kamu lakukan itu sudah termasuk mendominasi atau mengobjekan orang lain, yang
mana terdapat relasi subjek dan objek, di sini kau sebagai subjek yang
mengobjekan lawanmu. Lantas, bagaimana mengatasi permasalahan tersebut?
Berbicara soal cinta
memang susah-susah gampang dan, atau gampang-gampang susah, ada ambiguitas. Di
satu sisi, kamu bisa mengartikan cinta seperti kasih sayang, di sisi lain kamu
bisa mengartikan cinta sama dengan perhatian yang tulus. Kesulitan ini pada
dasarnya dikarenakan cinta itu muncul pada suatu yang sifatnya dualisme (dua
hal yang saling bertentangan, satu dengan yang lain), yaitu perempuan dan
laki-laki. Kita ketahui bahwa perempuan dan laki-laki adalah dua individu atau
substansi yang berlainan, baik kepribadiannya maupun jenis kelaminnya. Di sini,
cinta dimaksudkan untuk menyatukan kedua sifat yang bertentangan itu, bukannya
suatu hal yang satu mendominasi yang lain. Cinta harus dipahami sebagai suatu
relasi yang saling toleran dan saling memahami diantara kamu dan pasanganmu, antara
kita dengan orang lain. Dengan demikian, relasi cinta bukan lagi soal
mendominasi, tetapi relasi yang saling pengertian, seharusnya seperti itu.
Bisa kamu lihat, cinta
itu merupakan suatu term multidimensional bagi seseorang itu salah, tetapi term
multidimensional bagi suatu pasangan tertentu atau dua orang lebih yang saling
memahaminya. Karena, jika begitu, cinta sama saja tidak termaknai oleh kita,
sebab cinta hanya dapat dipahami oleh satu orang saja dan cenderung dijadikan
alat untuk mendominasi. Misteri cinta ini tidak serta merta terungkap begitu
saja dengan semua penjelasan ini. Hal yang aku berikan ini padamu hanya
merupakan sebuah praduga saja, jadi jangan dianggap suatu kebenaran. Makna
cinta yang sesungguhnya, sampai kapan pun, tidak akan pernah terungkapkan. Lagi
pula, bila terungkap, namanya bukan suatu misteri lagi tetapi
permasalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar